Monday, November 5, 2007

9:43:00 AM No comments
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Serealia Departemen Pertanian RI di Provinsi Bengkulu


PELAKSANAAN DEMONTRASI AREA DI LAHAN LEBAK
KABUPATEN MUKOMUKO

 Pelaksanaan demontrasi area di Kabupaten Mukomuko dilakukan pada lahan seluas 150 hektar yang terdiri atas lokasi di Desa Sumber Makmur SP8 Kecamatan Lubuk Pinang seluas 50 hektar, Desa Tanjung Mulia SP9 Kecamatan Mukomuko Utara seluas 50 hektar dan Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh seluas 50 hektar. Pelaksanaan demontrasi ini melibatkan 10 kelompok tani dengan 210 petani.




BAB I. PENDAHULUAN



A.   Latar Belakang

Pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan lahan lebak sebagai penyangga produksi tanaman pangan diawali dengan identifikasi karakteristik lahan lebak. Tujuan dari karekterisasi adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang karakteristik wilayah lebak yang mencakup karakteristik biofisik, sosial ekonomi budaya, serta kelembagaan dan infrastruktur pendukung, terutama yang berkaitan dengan pengembangan usahatani berbasis padi. Data dan informasi karateristik tersebut menjadi masukkan dalam menyusun rancangan model usahatani berbasis padi yang diujicobakan dalam bentuk demontrasi area.
Keberhasilan pelaksanaan demontrasi area diharapkan menjadi pemicu berkembangnya usaha padi di rawa lahan lebak, selanjutnya lahan lebak ini menjadi salah satu areal penyangga produksi tanaman pangan dalam rangka mengamankan ketahanan pangan nasional.
Pelaksanaan demontrasi area di Kabupaten Mukomuko dilakukan pada lahan seluas 150 hektar yang terdiri atas lokasi di Desa Sumber Makmur SP8 Kecamatan Lubuk Pinang seluas 50 hektar, Desa Tanjung Mulia SP9 Kecamatan Mukomuko Utara seluas 50 hektar dan Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh seluas 50 hektar. Pelaksanaan demontrasi ini melibatkan 10 kelompok tani dengan 210 petani.

B.    Tujuan dan Sasaran  

1.   Tujuan

·        Melakukan uji coba model usahatani berbasis padi yang disusun berdasarkan hasil karakterisasi lahan bio fisik maupun non biofisik dengan memperhatikan adapt budaya setempat.
·        Memberikan keyakinan kepada petani bahwa lahan rawa lebak dapat memberi hasil yang memadai bila diusahakan dengan system usahatani yang teapat.
·        Sebagai sarana pelatihan dalam memberdayakan dan meningkatkan kemampuan para petani untuk bias mengelola usahatani di lahan rawa lebak melalui sistiem pelatihan belajar sambil berbuat.
·        Dengan keberhasilan demontrasi area diharapkan akan menjadi pemicu dalam pengembangan usahatani berbasis padi di lahan rawa lebak, yang bias menjadi salah satu penyangga produksi tanaman pangan dlaam mengamankan ketahanan pangan nasional.

2.   Sasaran

·        Terlaksananya demontrasi area di 3 lokasi di Kabupaten Mukomuko yang telah dikarakterisasi dengan total luas lahan 150 hektar yang berlokasi di Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang, Desa Tanjung Mulia Kecamatan Mukomuko Utara dan Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh.
·        Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola usahatani berbasis padi di lahan rawa lebak.
·        Terselenggaranya temu lapang petani (farmer field-day) di setiap lokasi dem area.


 

BAB 2.  PELAKSANAAN KEGIATAN



A.   Penetapan CPCL

Pelaksanaan Demontrasi area ini merupakan kelanjutan dari kegiatan karakterisasi dan penyusuman model usahatani yang telah dilakukan pada tahun 2005 lalu. Oleh karena itu calon petani dan calon lokasi lokasi adalah pada petani yang berada dalam kawasan lahan yang telah dilakukan karakterisasi biofisik, sosial ekonomi dan kelembagaan.
Persyaratan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Demontrasi area adalah sebagai berikut:
1.    Lokasi demontrasi area merupakan lokasi lahan rawa lebak yang telah dilakukan karakterisasi.
2.    Lokasi tersebut merupakan lahan lebak yang sudah biasa dikelola oleh petani dan sudah ada sarana infra struktur seperti jalan usahatani, saluran drainase.
3.    Lokasi cukup strategis, mudah dijangkau, dan mudah diawasi atau dibina sehingga terjamin keberhasilannya.

Berdasarkan criteria tersebut diatas, diperoleh lokasi pelaksanaan demontrasi area di kabupaten Mukomuko seluas 150 ha, yang terbagi pada 3 lokasi di 3 kecamatan yaitu: Kecamatan Lubuk Pinang seluas 50 ha di Desa Sumber Makmur SP8, Kecamatan Mukomuko Utara selaus 50 ha di Desa Tanjung Mulia SP9, dan di Kecamatan Pondok Suguh seluas 50 ha di Desa Air Hitam.
Persyaratan petani calon peserta adalah sebagai berikut:
1.    Petani yang tergabung dalam kelompok tani, yang merupakan pemilik atau biasa mengelola di lahan yang telah dilakukan karakterisasi.
2.    Petani calon sudah terbiasa mengelola usahatani dan bersedia melaksanakan demontrasi area sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
3.    Memiliki sikap yang tanggap dan mampu menerapkan paket anjuran yang akan diterapkan delam demontrasi area.

No.
Nama Lokasi/Kecamatan
Nama Kelompok Tani
Jumlah Petani (orang)
1.
Sumber Makmur / Kecamatan Lubuk Pinang
1.    Harapan Jaya
2.    Sumber Rejeki II
3.    Sumber Rejeki I
4.    Mardi Rahayu
5.    Panca Karya
11
21
18
17
17

Jumlah
5 Kelompok
84
2.
Tanjung Mulia / Kecamatan Mukomuko Utara
1.    Tani Mulya
2.    Maju Mukti
3.    Suka Makmur
18
25
25

Jumlah
3 Kelompok
68
3.
Air Hitam / Pondok Suguh
1.    Srimahi V
2.    Srimahi VI
25
33

Jumlah
2 Kelompok
58

Jumlah Total
10 Kelompok Tani
210

B.   Kegiatan Sosialisasi

Untuk memulai kegiatan Dem area, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi sebagai  pembekalan yang berkaitan dengan teknologi yang akan diterapkan. Diharapkan ada kesamaan persepsi dan pemahaman ditingkat petani pada saat pelaksanaan kegiatan usahatani Dem Area yang berbasis padi. Sosialisasi ini telah dilakukan sebanyak 2 kali. Sosialisasi yang pertama dilakukan pada bulan Januari 2006 setelah kegiatan karakterisasi berakhir.
Sebelum pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan dilakukan, juga dilakukan penjajagan kebutuhan pelatihan (need assessment) yang menyangkut kebutuhan materi dan kesiapan waktu dari masing-masing kelompok tani. Mengingat jika materi usahatani secara umum mereka sudah sangat paham, sehingga materi diberikan lebih spesifik dan mencoba untuk digali dari persoalan yang dihadapi pada saat usahatani sebelumnya. Penjajagan ini dilakukan dengan metode diskusi tentang materi yang dibutuhkan bersama DCT dan PPL. Kondisi lapangan dan hasil usahatani sebelumnya sebagai bahan pertimbangan.
Dari hasil penjajagan ini, maka ada beberapa jadual yang berubah dari rencana semula, demikian juga dengan materi yang diberikan sedikit agak “menyimpang” dengan kurikulum sosialisasiyang digariskan oleh CCT dan RCT, tetapi tetap dalam tema utama Tehnik budidaya di lahan lebak.
Tujuan yang akan dicapai dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan petani ini aadalah sebagai berikut:
  1. Menggugah minat dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani perserta Dem Area dalam menerapkan teknologi yang dianjurkan dalam budidaya padi di lahan lebak.
  2. Memberikan pemahaman terhadap pelaksanaan Dem Area dan teknologi yang akan diterapkan pada kegiatan selanjutnya.
  3. Membantu memberikan pemahaman baru tentang kegiatan selama ini dengan teknologi spesifik lokasi yang telah direkomendasikan dari hasil karakterisasi pada tahun yang lalu.
  4. Menggali dan mencoba mengatasi persoalan kegiatan usahatani yang pernah dihadapi selama ini dengan harapan persoalan tersebut tidak lagi timbul pada pelaksanaan usahatani dem area ini.

Sosialisasi dilakukan di tiap-tiap lokasi dengan waktu ditetapkan berdasarkan pertimbangan kesiapan petani setempat dengan memperhatikan saran-saran dari penyuluh lapangan.

No.
Lokasi Dem Area
Tempat Sosialisasi
Waktu Pelaksanaan
1.
Air Hitam
Balai Desa Air Hitam
28 Agustus 2006
2.
Sumber Makmur SP8
SD Sumber Makmur
10 September 2006
3.
Tanjung Mulia SP9
Balai Desa Tanjung Mulia
9 September 2006

Materi sosialisasi yang disampaikan secara umum menyangkut kegiatan Dem Area dan hasil rekomendasi usahatani yang tertuang di dalam model usahatani padi. Sedang materi tambahan lain adalah hasil dari kebutuhan yang diinginkan oleh anggota kelompok tani yang diperoleh dari hasil penjajagan  pada waktu sebelumnya.
Materi yang diberikan menyesuaikan dengan kebutuhan peserta, persiapan yang diberikan mengikuti hasil dari need assessment dari tiap-tiap kelompok tani sasaran Kegiatan Dem Area. Tetapi ini juga mengalami penyesuaian pada saat awal pelatihan dengan mengikuti kontrak belajar yang disepakati antara instruktur dengan peserta.
Secara umum kebutuhan informasi, atau materi baru adalah berkaitan dengan pengendalian hama penyakit terutama yang sedang berkembang didaerah ini yaitu pengendalian tungro yang ditandai dengan gejala daun tanaman padi berwarna merah kecoklatan.
Pembicara yang membantu kegiatan sosialisasi ini adalah penyuluh pertanian yang bertugas di desa tersebut atau Koordinator penyuluh (kepala BPP), Koordinator Pertanian Kecamatan (KPK) Kecamtan Mukomuko Utara dan DCT Kabupaten Mukomuko. Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh camat setempat.
Sosialisasi dan pelatihan di Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh dihadiri oleh 30 orang peserta yang berasal dari anggota kelompok tani Srimahi VI sebanyak 12 orang dan Srimahi V sebanyak 18 orang yang terdapat pada wilayah Dusun III dan Dusun IV Desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh.
Sosialisasi ini dihadiri oleh Camat Pondok Suguh, Bapak Bahidin, SPd.I. akan tetapi tidak dapat mengikuti samapai selesai karena ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan yaitu rapat tim penilai/evaluaisi pemekaran desa di wilayah kecamatan Pondok Suguh, maka untuk selanjutnya dipercayakan kepada KPK Kecamatan Pondok Suguh.
Sosialisasi di Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang dihadiri oleh 30 orang peserta yang berasal dari  6 kelompok tani. Tidak semua anggota kelompok tani diundang dalam kegiatan ini mengingat jumlah peserta sosialisasi yang terbatas. Peserta dari Kelompok Harapan Jaya sebanyak 5 orang, Kelompok Tani Sumber Rejeki I sebanyak 9 orang, kelompok tani Sumber Rejeki II sebanyak 3 orang, Kelompok Tani Mardi Rahayu sebanyak 7 orang, Kelompok Tani Sumber Makmur sebanyak 1 orang dan kelompok tani Panca Karya sebanyak 5 orang.
Sosialisasi diberikan oleh KPPK Kecamatan Lubuk Pinang Bpk Endang Suparto, Amd., Kepala BPP Sido Mulyo kecamatan Lubuk Pinang dan Penyuluh Desa Sumber Makmur.
Sosialisasi di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Mukomuko Utara dihadiri oleh 30 orang peserta yang berasal dari beberapa kelompok tani. Tidak semua anggota kelompok tani diundang dalam kegiatan pelatihan ini mengingat jumlah peserta yang dibatasi. Peserta dari Kelompok Tani Tani Mulya sebanyak 10 orang, Kelompok Tani Suka Makmur sebanyak sebanyak 11 orang, kelompok tani Sumber Rejeki sebanyak 3 orang dan kelompok tani Maju Mukti sebanyak 6 orang.

C.   Penggunaan Sarana Produksi

Dalam hal penggunaan saprodi kondisi existing petani telah melebihi dosis yang direkomendasikan berdasarkan hasi karakterisasi biofisik. Ada satu agro input yang termasuk dalam rekomendasi tetapi masih jarang diterapkan yaitu kapur (dolomite). Tetapi dalam pengadaan agro input dari program ini juga tidak termasuk dolomite.
Dalam pelaksanaan pengapuran petani lebih mementingkan tanaman jangka panjang yang lebih bernilai ekonomis seperti sawit dibanding padi, apalagi padi lahan rawa lebak. Sehingga kalaupun petani membeli dolomite mereka gunakan untuk tanaman tersebut.
Aplikasi saprodi demontrasi area dari proyek OPLL bersifat bantuan, sesuai dengan penjelasan pedoman umum. Kekurangan kebutuhan saprodi dilengkapi oleh petani. Sama juga dengan pengadaan saprodi dilakukan oleh petani, adapun kekurangan yang diperlukan dilengkapi oleh proyek OPLL oleh PT Kogas. Hal ini juga terjadi di dalam pelaksanaannya, karena adanya keterlambatan pencairan dana petani bersama dengan kelompok tani mengadakan terlebih dahulu dengan dasar informasi dari DCT dan RCT bahwa pengadaan tersebut dapat diganti sesuai dengan besarnya dana yang turun.
Penyediaan saprodi dilakukan oleh petani melalui kelompok, sedangkan tambahan diberikan oleh kegiatan OPLL. Penyediaan Saprodi di Lokasi Demontrasi Area Desa Air Hitam Kecamamatan Pondok suguh dapat dilihat pada tabel berikut ini.
No
Jenis Saprodi
Bantuan OPLL
Swadaya Petani
Jumlah Saprodi
Keterangan
1.
Benih
700 kg
800 kg
1.500 kg
Varietas IR-64
2.
Pupuk



Rekomendasi :

Urea
Sp36
KCl
2.250 Kg
2.000 kg
1.700 kg
7.750
500
800
10.000 kg
2.500 kg
2.500 kg
12.000 kg
1.750 kg
5.000 kg
3.
Herbisida
50 l
150 l
200 l

4.
Pestisida
25 l
-
25 l

5.
Hand Sprayer
6 unit
4 unit
10 unit


Dilihat dari jumlah sarpodi pupuk yang diadakan jika dibandingkan dengan rekomendasi yang diberikan masih belum memenuhi. Penyediaan yang melebihi rekomendasi adalah pemberian SP-36 dengan rekomendasi 35 kg/ha diaplikasikan 50 kg/ha. Sedangkan untuk KCL baru setengah rekomendasi dan Urea masih belum kurang sebanyak 4 kg/ha. Kekurangan urea ini sebenarnya disebabkan karena kemasan pupuk.
Aplikasi pemupukan di lokasi demontrasi area ini tidak dapat dilaksanakan, sesuai dengan jadual pemupukan seharusnya dilaksanakan pda minggu I dan II September adalah pemupukan dasar, pemupuan susulan pada Minggu I dan II Oktober tidak dapat dilakukan karena terjadi kekeringan. Pupuk sampai dengan saat ini belum semua dibagikan kepada petani, sebagian besar masih terdapat di rumah ketua kelompok tani. Petani masih enggan mengambil karena belum dapat dimanfaatkan, jika sudah diambil maka menjadi hutang petani kepada kelompok yang harus dibayar pada saat panen nanti.
Penyediaan Saprodi di Lokasi Demontrasi Area Desa Tanjung Mulia Kecamamatan Mukomuko Utara dapat dilihat pada tabel beikut ini.

No
Jenis Saprodi
Bantuan OPLL
Swadaya Petani
Jumlah Saprodi
Keterangan
1.
Benih
700 kg
800 kg
1.500 kg
Varietas IR-64
2.
Pupuk



Rekomendasi:

Urea
Sp36
KCl
2.250 Kg
2.000 kg
1.700 kg
-
-
-
2.250 kg
2.000 kg
1.700 kg
1.650 kg
1.750 kg
0
3.
Herbisida
50 l
150 l
200 l

4.
Pestisida
25 l
-
25 l

5.
Hand Sprayer
6 unit
4 unit
10 unit


Sebagaimana yang tertera pada tabel, untuk lokasi Demontrasi Area di Desa Tanjung Mulia, penyediaan pupuk telah melebihi dari rekomendasi yang diberikan, bahkan KCl yang tidak di rekomendasikan tetap diberikan. Pengadaan ini dilakukan karena sesuai dengan petunjuk yang diberikan dari CCT dalam pengadaan barang dimana terjadi pemerataan di tiap lokasi. Sangat disayangkan pada lokasi ini yang semula direkomendasikan agar menggunakan kapur dengan dosis 3.500 kg/ha akan tetapi tidak dapat diadakan.
Pemupukan dasar tidak dapat dilakukan di areal ini karena kondisi tanah yang kering, jika ini dilakukan maka tanaman akar mati. Demikian juga yang terjadi pada pumupukan susulan I tidak sesuai dengan jadual yang direncanakan selain kondisi lahan yang masih kering juga terjadi keterlambatan realisasi dananya. Pengadaan pupuk  baru dapat direalisaikan pada awal Oktober 2006. Dengan demikian pupuk telah dibagikan kepada petani tidak semuanya dapat diaplikasikan.
Untuk penyediaan saprodi di lokasi demontrasi area Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang dapat dilihat pada tabel berikut ini.
No
Jenis Saprodi
Bantuan OPLL
Swadaya Petani
Jumlah Saprodi
Keterangan
1.
Benih
700 kg
800 kg
1.500 kg
Varietas IR-64 dan Batang Piaman
2.
Pupuk



Rekomendasi:

Urea
Sp36
KCl
2.250 Kg
2.000 kg
1.700 kg
-
-
-
2.250 kg
2.000 kg
1.700 kg
0 kg
0 kg
0 kg
3.
Herbisida
50 l
150 l
200 l

4.
Pestisida
25 l
-
25 l

5.
Hand Sprayer
6 unit
4 unit
10 unit


Penyediaan pupuk telah melebihi dari rekomendasi yang diberikan di lokasi tersebut. Kenyataan di lapangan di lokasi ini tidak sebaik lokasi Tanjung Mulia, di daerah ini tidak terdapat sumber air, sehingga pelaksanaan persemaian mengalami keterlambatan. Dari persemaian ini juga tidak semua dapat ditanam karena kemarau yang berkepanjangan. Dengan demikian pupuk yang disediakan oleh program belum dapat diaplikasikan.

D.   Teknologi Usaha Tani

Pada awal kegiatan, di lokasi ini air tidak menjadi masalah, sampai dengan awal September 2006 penanaman padi telah mencapai 100% lahan. Di areal sepanjang SP8 sampai dengan SP10 sekarang sedang dibuat saluran irigasi manjunto kanan. Pengerukan tanah gambut telah sampai di areal persawahan SP9 sedang penimbunan tanah keras baru memasuki perbatasan SP8 dan SP9. Genangan dari pengerukan tahan gambut ini memberikan manfaat yang besar bagi petani yang ada disekitarnya. Buangan air ini dimanfaatkan oleh petani untuk mengairi sawah mereka.  Sehingga pelaksanaan Dem Area dapat tepat pada waktunya.
Kondisi lahan kering di areal ini memudahkan bagi petani karena mereka dapat mengolah lebih mudah dibandingkan apabila lahan basah yang dalam sehingga sangat menyulitkan dalam persiapan lahan dan penanaman.
Persiapan lahan diawali dengan penyemprotan lahan dengan menggunakan herbisida sistemik, bagi lahan yang telah ditumbuhi rumput agak tebal dilakukan penebasan pada tumbuhan yang berbentuk perdu, kondisi ini sering terjadi pada lahan yang diolah hanya sekali setahun sperti di lokasi Tanjung Mulia. Jika sudah tampak menguning atau kering maka dibakar.
Cara lain yang banyak dilakukan petani dalam rangka menghemat penggunaan herbisida adalah dengan melakukan penebasan lahan, setelah kering dibakar, pada saat akan penanaman di lahan mulai tumbuh rumput muda, dilakukan penyemprotan, cara ini lebih efektif karena sampai padi berumur 2 bulan rumput belum tumbuh.
Persemaian yang dipergunakan adalah semai kering, dan telah dimulai sejak pertengahan Juli lalu. Lahan yang digunakan untuk persemaian bervariasi ada yang menggunakan lahan sawah atau lahan di sela-sela tanaman sawit yang masih kecil. Untuk yang dilahan sawah, tanahnya masih agak lembab terutama sekali pada pagi hari sehingga memudahkan dalam pencabutan bibit sebelum dipindahkan. Bagi lahan persemaian yang dapat dialiri air, pada saat sehari sebelum pencabutan diairi air agar tanahnya lebih lunak.Penyimpanan bibit yang siap tanam ditempatkan pada sumur kecil sedalam 40 – 60 cm yang tergenang air.
Lahan sebelum ditanami tidak dilakukan pengolahan tanah. Karena kondisi lahan yang kering tetapi agak lembab. Sedangkan untuk lokasi di desa Air Hitam dilakukan pengolahan tanah sebagai mana biasa dengan mencangkul kemudian meratakannya.
Penanaman padi dilakukan dengan cara pindah tanam (transplanting). Lahan ditugal dengan jarak 20 x 20 cm. karena kondisi yang tidak memungkinkan, penanaman dengan jajar legowo tidak dapat diterapkan. Petani menanam dengan cara yang biasa dilakukan jika terjadi musim kemarau seperti sekarang ini.
Untuk pemupukan, pengendalian hama tidak dapat dilakukan karena kondisi lahan yang kekeringan. Di lokasi dem area tidak terdapat sumber air yang dapat digunakan, sedangkan jarak dengan sungai terlalu jauh. Sehinga tidak juga efektif untuk melakukan pompanisasi. Di awal kegiatan pemompaan air dilakukan di Tanjung Mulia, pada saat awal tanam sampai dengan satu minggu setelah tanam, tetapi ini tidak bertahan lama. Karena volume airnya juga terbatas. Sumber air yang diambil adalah galian tanah gambut yang hendak digunakan sebagai irigasi Manjunto Kanan, sebelum dilakukan penimbunan.

E.   Bimbingan dan Monitoring

Pelaksanaan bimbingan ini selain dari DCT Kabupaten Mukomuko yang lebih banyak berperan di lapangan adalah PPL setempat, Koorinator Pertanian Kecamatan dan Koordinator Penyuluh. Sebenarnya tidak banyak hal yang baru yang dikenalkan kepada petani, karena kegiatan kelompok tani pada lokasi sasaran kegiatan demontrasi area berjalan. Seperti pertemuan rutin dengan PPL bahkan ada yang menerapkan di kelompok tani yang berdasarkan pada lingkup RT mengadakan pengajian yasinan setiap malam jumat. Selesai yasinan digunakan untuk diskusi atau musyawarah tentang kegiatan kelompok tani.
Hal yang baru bagi mereka adalah rekomendasi pemupukan. Rekomendasi pemupukan ini terutama sekali rekomendasi untuk lokasi dem area Desa Sumber Makmur dengan dosis 0 kg per hektar untuk urea, SP-36 dan KCL. Kebanyakan petani tidak percaya dengan rekomendasi ini, karena selama ini dilakukan pemupukan tetapi hasilnya tidak pernah maksimal.
Monitoring kegiatan demontrasi area ini dilakukan oleh Koordinator petanian kecamatan, sedangkan monitoring dari Dinas Pertanian Kabupaten tidak berjalan karena tim teknis kabupaten baru terbentuk di awal Desember, sementara itu kegiatan sudah mau selesai.

F.   Pelaksanaan panen dan Ubinan

Data hasil ubinan baik di areal Dem area mupun di luar dem area belum dapat diperoleh karena hamper semua kegiatan padi sawah di Kabupaten Mukomuko terkena kekeringan dan gagal panen. Semua data yang kekeringan telah dilaporkan kepada Bupati oleh Kepala Desa dan PPL yang bertugas, sampai dengan penullisan laporan ini belum ada keputusan dari pemerintah tentang status fuso kepada tanaman padi yang gagal panen.




BAB III. KEGIATAN HARI LAPANG TANI (FFD)




A.   Maksud dan Tujuan FFD

Kegiatan FFD dimaksudkan untuk mempercepat proses adopsi teknologi yang telah di laksanakan pada saat demontrasi area sehingga petani akan cepat untuk melakukan replikasi.
Kegiatan FFD bertujuan untuk promosi sekaligus alih teknologi kepada petani sekitarnya guna mengembangkan inovasi teknologi seperti yang di laksanakan pada demontrasi area.

B.   Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan FFD dilakukan pada saat pemupukan dan saat panen. Sehubungan dengan adanya musim panan, sehingga pemupukan tidak mungkin dilaksanakan. Kegiatan ini ditunda pada saat panen, yaitu pada akhir Desember 2006 dan Awal Januari 2006. Selanjutnya kegiatan FFD pelaksanaanya diserahkan kepada Dinas Pertanian Kabuapten Mukomuko dengan pelaksanan adalah KPK yang ditunjuk oleh Dinas.

C.   Petani dan Undangan Hadir

Belum dapat dilaporkan, kegiatan FFD diserahkan kepada Dinas Pertanian.

D.   Jalannya acara FFD

Belum dapat dilaporkan, kegiatan FFD diserahkan kepada Dinas Pertanian.




BAB IV.  ANALISA USAHA TANI


A.   Analisa Hasil Usahatani Dem Area

Analisa terhadap hasil usahatani Demontrasi Area belum dapat dilakukan karena di lahan belum panen atau terjadi gagal panen.

B.   Analisa Hasil Usahatani Existing

Sedangkan analisa usahatani dalam kondisi selama ini dapat digambarkan sebagai berikut:
No
Kegiatan
Volume
Satuan
(Rp)
Jumlah
(Rp)
1.
Persiapan Lahan
-      Penebasan/Penyemprotan
-      Perbaikan pematang
-      Persemaian

35 HOK
20 HOK
5 HOK

30.000
30.000
30.000

1.050.000
 600.000
150.000

Jumlah


1.800.000
2.
Bahan/Agro input
-      Benih
-      Herbisida
-      Pestisida
-      Pupuk
§  Urea
§  SP-36
§  KCl

30 kg
5 liter
1 liter

100 kg
50 kg
50 kg

5.000
45.000
210.000

1.680
1.790
3.300

150.000
225.000
210.000

168.000
89.500
165.000

Jumlah


1.007.500
3.
Pemeliharaan
-      Pemupukan
-      Penyiangan
-      Pengendalian Hama

10 HOK
20 HOK
10 HOK

30.000
30.000
30.000

300.000
600.000
300.000

Jumlah


1.200.000
4.
Panen dan pasca panen
30 HOK
30.000
900.000

Total Biaya


4.907.500





5.
Hasil Panen
4 Ton
1.500
6.000.000
6.
Keuntungan


1.092.500
 R/C = 1,22



BAB V.  KESIMPULAN DAN SARAN




A.   Kesimpulan

·        Pelaksanaan Demontrasi Area pada 3 lokasi di Kabupaten Mukomuko belum dapat ditentukan hasilnya, dimana 2 lokasi panen di awal Januari yaitu Desa Air Hitam dan Sumber Makmur sedang 1 lokasi di Desa Tanjung Mulia terjadi gagal panen akibat kekeringan.
·        Dalam hal peningkatan kelembagaan terutama kelembagaan kelompok tani dan PPL saat ini memiliki peningkatan dalam kerjasama pembinaan usaha tani. Secara administrative di kelompok tani memiliki peningkatan, karena tidak saja sarana berkumpul dan belajar tetap menjadi wadah kelompok usaha bersama yang mengelola dana atau modal.
·        Saprodi yang dibantukan kepada kelompok menjadi hutang anggota kelompok yang harus dibayar pada saat panen. Saprodi ini menjadi tambahan modal kegiatan kelompok.
   

B.   Saran

·        Pelaksaanaan demontrasi area ataupun replikasi demontrasi area sebaiknya mengikuti jadual tanam berdasarkan hasil karakterisasi. Data yang dihimpun berdasarkan kebiasaan dan pengalaman petani yang telah dilakukan selama ini, disamping kesesuian dengan kondisi alam.
·        Dalam hal pengadaan saprodi sebaiknya mengikuti jadual tanam yang telah disusun bersama dengan petani, jika terjadi keterlambatan maka saprodi kurang bermanfaat.




LAMPIRAN – LAMPIRAN





Lampiran 1.  Daftar Petani Peserta Dem Area








Lampiran 2.  Daftar Pembimbing Dem Area

No
Nama
Tempat, Tanggal Lahir
Alamat
Pekerjaan /Jabatan
Pendidikan Terakhir
Lokasi Binaan Dem Area
1.     
Ismael
Kepahiang, 6 Juli 1960
Desa Retak Mudik Kecamatan Pondok Suguh
Korluh BPP Pondok Suguh
SPMA
Air Hitam
2.     
Suhadi, Amd.
Boyolali, 6 Juni 1961
Desa Air Hitam
PPL
D3
Air Hitam
3.     
Endang Suparto
13 Maret 1968
Desa Kecamatan Lubuk Pinang
Pj. KPK Pertanian Kecamatan Lubuk Pinang
D3
Sumber Makmur
4.     
Sukardi
15 Mei 1959
Desa Tnjung Mulia Kecamatan Mukomuko Utara
PPL/KPK Perkebunan
SPMA
Sumber Makmur
5.     
Jumadi SP
23 Februari 1964
Desa Lubuk Sanai Kecamatan Mukomuko Utara
PPL/KPK Peeternakan
S1
Tanjung Mulia
6.     
Karyadi, SP
15 Mei 1957
Desa Rawa Mulya Kecamatan Mukomuko Utara
Kepala BIPP/KPK Pertanian
S1
Tanjung Mulia




Lampiran 3.  Foto-foto Kegiatan Sosialisasi sekaligus Pelatihan Petani Peserta Dem Area



KPK Kecamatan Pondok Suguh, Bapak Suhadi, Amd. sedang memberikan sosialisasi kepada para calon peserta Dem Area di Desa Air Hitam.



Peserta ada yang khusuk, ada juga yang sibuk… ngisi absent habis rangkapnya banyak sekali.





Kepala Desa sedang memberikan pengarahan kepada warga Air Hitam calon peserta Dem Area dan memberikan gambaran permasalahan usaha tani yang dihadapi oleh petani di Desa Air Hitam. Tampak Koordinator Penyuluh/Kepala BPP Pondok Suguh memperhatikan dengan seksama.



KPK Kecamatan Pondok Suguh terlihat menyampaikan materi sosialisasdengan semangat, sampai-sampai 2 lembar kertas plano hampir penuh.




Perta pelatihan tampak serius mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Tidak ketinggalan peserta anggota kelompok tani wanita. Kesetaraan gender berjalan dengan baik dalam kegiatan pertanian di desa ini.




Kepala Desa Air Hitam Sedang Memberikan Pengarahan Kepada Anggota Kelompok Tani Peserta Dem Area dan berpesan agar melaksanakan kegiatan Dem Area ini dengan baik, karena ini akan menjadi contoh desa lain se Kabupaten.




Kepala Desa Sumber Makmur Memberikan Sambutan  Pengarahan Kepada Anggota Kelompok Tani dan mendukung untuk mensukseskan program pembangunan ini, dan petani jangan menyerah dengan kondisi alam yang ada. Semoga lahan gambut tidak lagi menjadi masalah setelah dilaksanakan Dema Area ini.



KPK Kecamatan Kecamatan Lubuk Pinang Endang Suparto, Amd. (tengah)  memberikan Sambutan Sekaligus membuka Acara Pelatihan Petani Peserta Dem Area di Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang.




Penjelasan Pelaksanaan Program Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Lebak dengan salah satu kegiatannya  Dem Area di Kabupaten Mukomuko oleh DCT Mukomuko.



Peserta pelatihan dan sosialaisasi sedang mennyimak materi yang diberikan oleh para nara sumber.? ”Ssekolah lagi ya mas?!”



Penjelasan materi Usaha Tani Padi di lahan lebak secara lengkap disampaikan oleh PPL Desa Sumber Makmur Sukardi yang juga menjabat PPK Perkebunan Kecamatan Mukomuko Utara. Penyampaian sangat lengkap mulai dari pemilihan benih, pengolahan dan pemupukan yang benar.



Peserta sosialisasi masih tetap konsentrasi mengikuti penjelasan yang diberikan oleh narasumber, mereka menghendaki semua lahan dalam kelompok dapat dijadikan Dem Area.





Serah Terima Benih secara Simbolis dari PT Kogas Driyap Konsultan DCT Kabupaten Mukomuko Kepada Kepala Desa Sumber Makmur




Penandantanganan Berita Acara Serah Terima Agro Input Tampak KPK Kecamatan Lubuk Pinang mengetahui Berita Acara setelah diterima oleh Ketua Kelompok Tani.





Pembuatan Seketsa lahan Areal Dem Area yang dibuat secara bersama-sama melalui perwakilan kelompok tani. Batas Areal juga disepakati sehingga tidak menjadi perselisihan diantara kelompok tani yang menjadi sasaran pelaksanaan Dem Area. Bagi yang tidak tekena program ini agar dapat memahami dan menunggu program Pemerintah daerah yang akan menanm padi 200 hektar di areal yang sama.


Ishoma, makan bersama, tetap berjalan dengan tertib.



KPK Kecamatan Mukomuko Utara memberikan Sosialisasi sekaligus sebagai nara sumber pada Pelatihan Petani Peserta Dem Area di Desa Tanjung Mulia SP9 Kecamatan Mukomuko Utara.


Penjelasan materi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman oleh PPL. Pak Jumadi, SP yang bidang ilmunya Agronomi, tapi sekarang sering nyuntik sapi (IB) sehingga merangkap PPK Peternakan Kecamatan Mukomuko Utara.




Peserta pelatihan sedang mennyimak materi yang diberikan oleh para pembimbing/instruktur. KTNA Kabupaten Mukomuko (topi laken) konsentrasi juga menyimak materi sosialisasi yang diberikan “ Bantuan agroinput yang diberikan sesudah panen nati akan dikemanakan?”



Peserta masih tetap konsentrasi mengikuti penjelasan yang diberika noleh Instruktur atau pembimbing walaupun hari sudah melewati siang.




Penjelasan Tentang Klinik Lebak sebagai wadah Konsultasi Petani yang menemui permasalahan dalam pengolahan lahan lebak. Disana akan ketemu dengan para ahli yang berpengalaman dalam mengangani lahan lebak.




Serah Terima Benih IR 64 sercara Simbolis dari PT Kogas Driyap Konsultan DCT Kabupaten Mukomuko Kepada Kepala Desa Tanjung Mulia





Penandantanganan Berita Acara Serah Terima Agro Input Tampak KPK Kecamatan Mukomuko Utara dan Ketua Kelompok Tani.




Ishoma, makan bersama, meskipun tempatnya dimana-mana karena terbatasnya meja, yang penting dibagi rata dengan adil.


Lampiran 3.  Foto-foto Pelaksaaan Kegiatan Demontrasi Area

Kondisi Awal Lahan



Lokasi Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang



Lokasi Tanjung Mulia Kecamatan Mukomuko Utara








Lokasi Tanjung Mulia Kecamatan Mukomuko Utara



Lokasi desa Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh




Persiapan dan Persemaian


Penyemprotan lahan sawah  rawa lebak di Desa Air Hitam



Penebasan lahan sebelum di semprot herbisida di Sumber Makmur








Persemaian di Sumber Makmur




Persemaian di Tanjung Mulia




Penanaman



Mencabut bibit di lahan semai kering untuk dipindahkan
di Lokasi Desa Sumber Makmur



Mencabut benih untuk ditanam di Lokasi Desa Air Hitam




Kegiatan Menanam Padi





Penanaman dengan cara ditugal







Menanam padi di lahan Desa Air Hitam













Pengairan di pada saat setelah tanam di Lokasi Tanjung Mulia


Sumber air yang dimnfaatkan di Desa Tanjung Mulia sayangnya tidak mencukupi.



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Silahkan masukkan komentar anda

Blog Archive

Blogger Bengkulu

Warung Blogger

Posts Terbaru

Popular Posts

Follow by Email