Sabtu, 07 Desember 2019

18.10.00 , No comments
KTP menjadi identitas yang sangat penting. Apalagi setelah diterapkannya KTP Elektronik sebagai single identity di Indonesia. Sehingga setiap penduduk dewasa harus memiliki KTP tersebut. Dengan adanya KTP tersebut data kependudukan dapat diakses oleh Pemerintah. Sehingga dapat memastikan dalam menyusun sasaran program yang berbasiskan penduduk. Kendala yang terjadi pada masyarakat sering kesadaran untuk memenuhi persyaratan tersebut belum dimiliki oleh seluruh penduduk desa. Sehingga perangkat desa harus pro aktif untuk memantau warganya yang belum memiliki KTP atau yang akan memiliki KTP.

Menu Login Aplikasi Carik.Com


Cara melakukan pengecekan mana penduduk yang telah memiliki KTP atau belum pada Aplikasi Carik.Com dapat dilihat pada tautan berikut ini.




Terima kasih kepada:

Pemerintah Desa Sido Sari, Desa Suka Sari dan Desa Lokasi Baru yang telah memilih Aplikasi Cari.Com.

Sabtu, 23 November 2019

08.05.00 No comments
Selamat dan Sukses kepada Desa Sido Sari 
sebagai juara 1 Desa Tertib Administrasi Kependudukan Tahun 2019.





Terima kasih telah mempercayakan menggunakan Aplikasi Carik.Com dalam melayani administrasi dan kependudukan desa. Semoga semakin jaya melayani masyarakat.

Lihat info berita selengkapnya

Info Aplikasi dapat menghubungan programmer :
Anton Sutrisno  (WA 08117309117)

Selasa, 21 Mei 2019

21.28.00 No comments

Pendahuluan

Peta Tol Terbanggi Mesuji
Peta Lokasi Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang - Kayu Agung 
Ruas Terbanggi – Mesuji Paket 2


Pembangunan Jalan Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung dibagi dalam dua ruas yaitu Terbanggi Besar – Pematang  Panggang dan Pematang Panggang – Kayu Agung yang ditetapikan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 117 Tahun 2015, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden  Nomor 100 Tahun 2014 Tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol Di Sumatera.

Izin lingkungan pembangunan jalan tol telah dikeluarkan oleh Gubernur Lampung melalui Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/35a/II.05/HK/2015  tanggal 27 Junli 2015 tentang Izin Lingkungan Rencana Pembanugnan Jalan Tol Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang Sepanjnag 110 Km di Provinsi Lampung oleh Direktorat Bina Program, Diterktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.
Adapun dokumen ANDAL telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Komisi Penilai AMDAL Provinsi Lampung Nomor : 107/Komda/II.05/205. Rencana pembangunan jalan Tol Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang berada pada 4 kabupaten yaitu: Kabupaten Lampung Tengah, Kabuapten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Selanjutnya dalam pelaksanaan dibagi dalam beberapa paket antara lain Paket 2 Ruas Terbanggi – Mesuji yang meliputi Kecamatan Terbanggi Besar, Way Pangubuan dan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah.

Tujuan pembangunan Jalan Tol Terbanggi – Mesuji Paket 2 adalah :
  1. Untuk memperlancar lalu lintas di Provinsi Lampung khususnya jalur lintas timur Sumatera.
  2. Penyediaan infrastruktur pengembangan sistim transportasi yang efisien dengan tingkat pelayanan tinggi guna menunjang pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung maupan Nasional.
  3. Meningkatkan hasil dan daya guna pelayanan distribusi barang dan jasa dalam rangka menunjang peningkatan ekonomi Daerah dan Nasional
  4. Meringankan beban dana Pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan,
  5. Meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan.


Metode

  1. Pelaksanaan survey sosial ekonomi dan kesehatan pada tanggal 7 - 14 April 2017.
  2. Lokasi survey di sekitar jalan tol yang sedang di bangun, meliputi Desa Terbanggi Kecamatan Terbanggi Besar, Bandar Agung, Gunung Agung, Gunung Batin Kecamatan Terusan Nunyai.
  3. Survey dilakukan dengan wawancara kepada responden masyarakat, pekerja, pedagang, petani, perangkat desa dan juga puskesma di lokasi.
  4. Pengolahan data menggunakan tabulasi dan dianalisis dengan metode deskriptif.

Hasil dan Pembahasan

Distribusi reponden lak-laki sebanyak 75% dan wanita sebanyak 25%. Sedangkan umur responden kebanyakan pada usia lebih dari 50 tahun, distribusi umur responden dapat dilihat selengkapnya pada grafik dibawah ini.

Distribusi umur responden Terbanggi Besar - Mesuji

Jumlah anggota keluarga responden secara rata-rata adalah 4 jiwa. Sedangkan terbanyak adalah 8 jiwa. Hal ini menunjukkan beban keluarga yang cukup besar. Jumlah anggota keluarga yang lebih dari 5 jiwa sebanyak 15% responden dan jumlah keluarga yang kurang dari 3-4 orang sebanyak 85%. 

Pekerjaan responden terbanyak adalah petani yaitu 40% diikuti oleh pekerja pro wiraswasta 35% dan Pekerja proyek dan ibu rumah tangga masing-masing 10%. Pekerja proyek posisi sebagai penjaga keamanan dan flagman. Sedangkan untuk responden wiraswasta adalah ada yang memiliki usaha warung, baik warung yang menetap telah lama sebelum proyek ada atau warung makanan yang dimulai sejak adanya proyek. Konsumennya adalah para pekerja di sekitar proyek tersebut. Sedangkan untuk jenis pekerjaan lainnya adalah guru di pesantren.

Dari sisi penghasilan per bulan responden rata-rata Rp 3,175 juta per bulan. Responden yang memiliki penghasilan diatas 7 juta adalah petani. Kebanyakan responden memiliki penghasilan Rp.1 – 2 juta sebanyak 40%, diikuti range penghasilan  Rp 2 – 4 juta per bulan sebanyak 30%.

Hasil wawancara langsung dengan masyarakat dan pekerja pada bulan bulan April 2017, selanjutnya diolah dengan tabulasi sederhana diperoleh hasil sebagai berikut:


1.    Kesempatan kerja dan Peningkatan Pendapatan

Pelaksanaan proyek jalan tol ini, telah menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk setempat maupun penduduk dari luar daerah dalam jumlah banyak, terutama sebagai pekerja dan karyawan konstruksi jalan. Kesempatan kerja yang tersedia bersifat skill dan unskill, bahkan tercipta kesempatan kerja bersifat hight skill,  misalnya tenaga ahli konsultan dan manager kontraktor. Tenaga bersifat skill misalnya operator alat berat, tukang. Sopir dump truk, sopir mobil operasional, dan sejenisya.

Persepsi masyarakat terhadap kegiatan ini memberikan dampak posititf bagi peningkatan rata-rata pendapatan para pekerja. Persepsi positif ini konstruksi dan juga ketika konstruksi sudah berjalan selama satu tahun. Peningkatan pendapatan dapat dirasakan secara langsung bagi masyarakat yang ikut terlibat secara langsung sebagai pekerja.

Berdasarkan hasil wawancara pendapatan masyarakat, dilaporkan bahwa :
  • Rata-rata pendapatan pekerja konstruksi = Rp 1.500.000,-/bulan.
  • Rata-rata pendapatan usaha baru = Rp 400.000,-/bulan.
  • Rata-rata pendapatan wiraswasta/pedagang =Rp 1485.000,-
  • Rata-rata pendapatan pemilik kontrakan rumah = Rp 1.750.000,-.
Beberapa alasan yang diperoleh dari responden menyatakan bahwa pembangunan jalan tol memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya antara lain:
  • Memberikan peluang kerja dan usaha baru
  • Terdapat kerjasama usaha bagi 6 jenis pengusaha lokal dengan kontraktor nasional, terutama dalam wujud suplai material tanah, rental mobil operasional, rental dump truk, suplai BBM, jasa survey serta jasa catering.
  • Meningkatkan penghasilan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek. Penghasilan diperoleh dari hasil penerimaan uang ganti rugi tanah, membuka usaha warung makanan, jasa laundry, homestay/kontrakan rumah.

Hasil wawancara langsung dengan responden secara acak diperoleh informasi sebagai berikut :
  • Pendapatan berupa upah kerja operator, tukang, security,dan sejenisnya.
  • Penghasilan berdagang makanan dan jasa laundry pakaian.
  • Penghasilan dari homestay dan atau rumah kontrakan untuk kantor proyek, kantor konsultan dan mess karyawan proyek.

Tansportasi merupakan salah satu pendukung kegiatan ekonomi. Pada awal kegiatan konstruksi jalan tol ini persepsi masyarakat terhadap akses jalan ke desa masih baik, 55% responden menyatakan bahwa jalan akses ke desa dan antar kota lancar. Ada 10% responden yang menyatakan jalan desa kurang lancar. Hal ini disebabkan karena saat ini sedang ada perbaikan jalan dan jembatan oleh PT Waskita Karya karena akan digunakan untuk akses proyek. Jalan akses ke lokasi proyek yang telah disepakati dengan pemerintah desa adalah di jalan Laut menuju ke ROW.

Terkait dengan kegiatan pembangunan mengganggu sarana sosial dan ekonomi di desa, persepsi responden sebanyak 55% menyatakan tidak mengganggu sarana sosial ekonomi dan dan 45 % menyatakan membantu sarana sosial ekonomi di desa. Bentuk bantuan yang diterima adalah adanya perbaikan jalan dan jembatan yang dapat digunakan untuk memperlancar jalan usaha tani dari kebun.

Sedangkan untuk dampak pembangunan terhadap peningkatan ekonomi 75% responden menyatakan memberikan manfaat. Diduga manfaat persepsi ini timbul bukan saja karena merasakan manfaat secara langsung dengan adanya pembangunan jalan tol, tetapi juga pemahaman konsep pembangunan yang ada di sektiar masyarakat akan memberikan dampak ekonomi. Pemahaman ini dapat juga berarti persepsi atau harapan masyarakat yang. Terdapat 10% menyatakan pembangunan tol tidak memberikan manfaat ekonomi. Persepsi ini disebabkan responden tidak merasakan langsung manfaat ekonomi, karena lokasi usaha agak jauh dari lokasi pembangunan.

Besarnya perubahan peningkatan pendapatan yang dirasakan responden adalah berkisar 1 – 10% sebanyak 60%. Sedangkan yang menyatakan pembangunan jalan tol tidak memberikan pengaruh pada pendapatan sebanyak 35%. Kegiatan pembangunan jalan tol baru berjalan hampir 3 bulan sehingga aktivitas yang dikerjakan belum optimal. Saat ini masih banyak pada pembangunan kantor dan sarana penunjang lainnya. Pada lokasi jalan tol masih pembersihan lahan, penggalian dan sebagian penimbunan.



2.    Gangguan kebisingan dan Kenyamanan

Dampak Sosaial Tol Tembanggi Mesuji paket 2
Kegiatan Proyek dekat dengan pemukiman dapat mengganggu kenyamanan.

Bising suara dikeluhkan beberapa warga di Desa sekitar, sumber utama gangguan kebisingan bukan saja dari operasi alat berat dan mesin diesel pabrik beton yang mulai beroperasi, tetapi juga disebabkan semakin meningkatnya lalu lintas truk pengangkut tanah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan responden warga yang ada disekitar lokasi proyek memberikan respon atas gangguan kebisingan. Akan tetapi respon masih positif karena belum terlalu tergaggu. Disamping itu yang sedang berlangsung masih jauh dari pemukiman dan bersifat sementara.

Sampai dengan saat ini persepsi masyarakat terhadapa kenyamanan sebesar 90% menyatakan cukup nyaman. Sehingga gagguan kebisingan, debu dan gangguan lalu lintas masih kecil belum terlalu mengganggu aktivitas penduduk di sekitar lokasi pembangunan.

3.    Gangguan Kesehatan

Persepsi masyarakat terhadap gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pembangunan jalan tol  sebanyak 20%, sedangkan 80% responden menyatakan pembangunan jalan tol tidak mengganggu kesehatan. Berdasarkan wawancara dengan kepala UPTD Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai di daerah ini penyakit ISPA cukup tinggi, pada bulan Januari sebanyak 264 kasus, meningkat di bulan Februari 628 kasus dan pada bulan Maret 580 kasus. Hal ini diduba disebabkan oleh perubahan cuaca dan didukung oleh adanya operasional pabrik dan kendaraan besar baik pabrik mupun kedaraan umum yang melintas di wilayah ini.

Pada awal kegiatan konstruksi belum berdampak yang berarti. Belum ada keluhan dari para Pekerja dan dan masyarakat sekitar dari debu atau gangguan lainnya. Hal ini sesuai dengan hasil pemantauan lingkungan, kandungan debu (TSP) masih sangat kecil. Aktifitas yang menimbulkan pencemaran udara lain di luar konstruksi adalah adanya pembakaran lahan tebu pada saat panen di wilayah pekebunan tebu PT Gunung Madu. Debu pembakaran dapat beterbangan sampai radius 10 km dari lokasi. Aktivitas ini dapat membahayakan pekerja pembangunan jalan tol yang tidak jauh dengan areal perkebunan tebu, serta dapat membahayakan pengguna jalan tol. Sebaiknya pola pemanenan dengan pembakaran dapat dikurangi atau pada areal yang tidak akan menggangu penduduk di pemukiman atau di areal pembangunan jalan tol.

Aktivitas di lokasi operasi dump truk melakukan up loading tanah di area proyek yang melintas jalan Desa sekitar jalan tol. Untuk pengendalian terhadap debu yang ditimbulkan dari ceceran tanah maka, Kecepatan yang digunakan sopir dump truk saat melintas di jalan dekat pemukiman jangan melebihi 20 km /jam. SEhingga tidak  menimbulkan sebaran partikel debu dalam jumlah banyak. Debu yang timbul dapat mengakibatkan resiko penyakit  batuk, sesak nafas  dan mengotori mata pengguna jalan serta mata pekerja proyek.

Upaya Penanganan dampak debu telah dilakukan dengan menyiram secara intensif dan pemakaian masker serta kacamata oleh pekerja konstruksi. Selain itu telah diberlakukan peraturan kecepatan laju truk angkutan tanah maksimal 20 Km/jam.

4.    Kebersihan lingkungan


Kebersihan lingkungan jalan masuk kantor proyek di Desa Sekitar proyek terganggu oleh kotoran ceceran tanah, saat hujan menyebabkan becek dan licin. Untuk menangani masalah kebersihan kontraktor melakukan pembersihan ceceran tanah serta memberikan peringatan kepada sopir truk agar mencuci ban sebelum masuk ke jalan umum.

Kendaraaan umum banyak yang melintasi di area crossing sering terganggu dengan adanya ceceran tanah. Ceceran ini mengakibatkan debu dan kotornya kendaraan. Ceceran debu terjadi disepanjang jalan yang dilalui. Sampai dengan saat ini cecera masih terkelola dengan baik, karena aktivitas tersebut belum tinggi. Respon masyarakat terhadap kebersihan 70% responden menyatakan bahwa kegiatan pembangunan jalan tol tidak mengganggu kebersihan.

Kontraktor telah melaksanakan tindakan pencegahan pencemaran sampah dengan menyediakan bak sampah dan petugas kebersihan. Menyediakan toilet dan kamar mandi serta persediaan air bersih dalam jumlah cukup. Fasilitas sanitasi sebagai sarana penunjang keperluan mandi-cuci-kakus (MCK) bagi karyawan proyek tersedia. Termasuk dilkuan control harian terhadap kebersihan  WC dan kamandi. Disamping itu juga disediakan sarana beribadah yaitu mushola.

5.    Kesehatan Ibu dan Bayi

Berdasarkan wawancara dengan kelompok ibu pemilik bayi, dapat diketahui bahwa beberapa ibu pemilik bayi merasa aktivitas konstruksi jalan tol  ini, belum mengganggu kesehatan bayi. Akan tetapi perlu diantisipasi untuk aktivitas selanjutnya yang akan semakin meningkat. Di samping pengelolaan gangguan oleh kontraktor, perlu disosialisasikan kepada para ibu yang memiliki balita agar menghindari lokasi yang memiliki gangguan.  Berdasarkan pernyataan responden yang diwawancarai sampai dengan bulan ini, April 2017 100% menyatakan bayi mereka sehat.

6.     Partisipasi Masyarakat

Dampak sosial tol Terbanggi Mesuji Paket 2
Masyarakat yang tergusur, mulai membongkar rumah menunggu pembayaran UGR.
Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol di berupa kesediaan hadir dalam musyawarah pembebasan tanah, menyediakan tempat untuk peralatan proyek serta menjaga keamanan lokasi proyek.

Berdasarkan hasil wawancara terhadap pekerja proyek, dinyatakan bahwa sebanyak 60% masyarakat ikut berpatisipasi dalam persiapan pembangunan jalan tol saat ini sisanya adalah karena tidak memiliki keterlibatan langsung. Besarnya partisipasi ini juga didukung atas harapa apabila pelaksanaan konstruksi jalan tol ini sudah berkalan, penduduk setempat akan memperoleh kesempatan kerja, memperoleh pendapatan tambahan dan mempunyai usaha baru.


Kesimpulan dan Rekomendasi

Pelaksanaan pemantauan kualitas lingkungan telah sesuai dengan rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL).  Sebagaimana diketahui RPL merupakan dokumen rencana pemantauan yang wajib dilaksanakan oleh konsultan supervisi PT Eskapindo Matra Jo PT Yodya Karya atas persetujuan PT Jasa Marga Semarang Batang.

Dipandang perlu adanya penanganan dampak lingkungan secara fisik yaitu Mencegah pencemaran debu secara lebih inten, agar tidak menimbulkan efek penyakit bagi  pekerja di lapangan. Penduduk di tepi ROW dan bayi yang masih rentan penyakit. Saran konsultan adalah agar kontraktor melaksanakan penyiraman muka tanah minimal 2 kali sehari setiap hari pada saat kendaraan beroperasi dalam periode musim kemarau.

Perlu adanya sosialisasi kepada penduduk sekitar lokasi batching plant dan tepi ROW  bila kontraktor mengoperasikan alat berat dan truk angkutan material pada malam hari, untuk menghindari complain ganguan kebisingan. 

Berdasar pemantauan lingkungan hingga periode ketiga terdapat gangguan lingkungan dengan kecenderungan yang semakin menurun. Menunjukkan pengelolaan lingkungan telah dilakukan dengan baik. Kecenderungan ini perlu dipantau pada semester berikutnya, agar diketahui kecenderungan perubahan dan kinerja serta masih ada atau tidaknya dampak yang timbul pada periode berikutnya, maka perlu dilakukan survey pemantauan lanjutan pada semester 2, sehingga diperoleh kecendurangan kinerja, kekritisan dampak serta guna melihat tingkat kepatuhan pelaksana proyek dalam memenuhi arahan pengelolaan dampak lingkungan sebagaimana yang telah ditanda tangani oleh penanggung jawab proyek.



(Anton Sutrisno , Enviromental Specialist.)


Sabtu, 04 Mei 2019

09.57.00 No comments
Bagi anda para developer yang berkutat dengan coding, pasti Code Editor yang baik dan efektif akan dicari untuk mendukung kegiatan anda. Ketika mulai ngoding  fitur dan dukungan plug in dari aplikasi code editor sangat membantu. Terkadang dengan code editor yang ada belum puas masih mencari mana yang lebih optimal dan enak digunakan mendukung kerja.

Ada beberapa code editor yang pernah saya coba seperti Notepad ++, Blue Fish, dan VS code. Perkembangan dari beberapa dari para pembuat aplikasi code editor membuat semakin memudahkan para developer. Akhirnya coba cari tahu mana aplikasi code editor yang terbaik dan disarankan untuk para developer.

Menurut sofware.com, yang melakukan review terhadap code editor merekomendasikan ada 5 code editor yang terbaik ditahun 2019 ini yaitu:


Microsoft Visual Studio Code pada peringkat tertinggi

Peringkat Code Editor yang populer di lingkungan developer
Peringkat Code Editor yang populer di lingkungan developer

Sejak peluncuran Microsoft Visual Studio Code, persaingan  kode editor benar-benar memanas. Dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, banyak di antaranya gratis dan open source, ini adalah ruang produk yang sangat kompetitif. Namun, selama tiga tahun terakhir, Visual Studio Code telah dengan cepat mengembangkan basis penggunanya, membangun ekosistem pengembang yang kuat, dan meningkatkan status editor kode.


Berikut kita coba uraikan berdasarkan revier dari softwer.com tersebut. Hasil ini menjadi layak dipertimbangkan untuk anda mencobanya beralih ke kode editor baru, atau semakin mantap anda menggunakannya jika sudah  kode editornya sudah anda gunakan sekarnag.

1. Visual Studio Code

VS Code Editor

Visual Studio Code adalah editor open source, lintas-platform dan gratis yang dikembangkan oleh Microsoft, awalnya diumumkan pada pertengahan 2015. VS Code dengan cepat mendapatkan popularitas yang signifikan dalam komunitas pengembangan dan sekarang lingkungan developer yang paling populer, digunakan oleh 34,9% dari hampir 102.000 responden dalam survei Stack Overflow 2018.

Pengaturan VS Code yang out-of-the-box secara alami mengintegrasikan fitur-fitur yang biasanya Anda temukan di beberapa lingkungan pengembangan terintegrasi yang lebih lengkap. VS Code mencakup terminal terintegrasi, debugger, dan kontrol sumber, yang mendukung Git secara default. Bahkan alat penyelesaian smart code yang sangat kuat bawaan VS Code, IntelliSense.


Bilah aktivitas menyediakan akses cepat ke fitur-fitur ini, di samping alat pencarian dan jalan pintas ke pasar ekstensi. Akibatnya, mencari di seluruh basis kode dan menemukan ekstensi baru lebih mudah dan lebih intuitif daripada mencari di Atom atau Sublime.

VS Code menawarkan sekitar 8.000 ekstensi, karena komunitas kontributornya yang tumbuh cepat untuk ekosistemnya. VS Code memudahkan untuk menemukan, meneliti, dan menginstal ekstensi langsung dari pasar editor. Komunitas pengembang yang didedikasikan untuk membangun ekstensi dan memperluas Kode VS sangat kuat; VS Code memiliki kontributor terbanyak dari proyek apa pun di Github pada 2017. Anda dapat mengharapkan banyak fitur dan peningkatan baru di tahun depan, yang semuanya didokumentasikan dalam public road map.

VS Code membuat beberapa tradeoff antara kinerja dan fitur lainnya. Menjadi aplikasi berbasis Elektron, VS Code dapat terasa lebih lambat jika dibandingkan dengan editor asli seperti Sublime Text dan Vim, yang membuka, memuat, dan mencari file dan proyek dengan lebih cepat.

Jika Anda berpikir untuk beralih ke Kode VS, dengan cepat menemukan ikatan kunci dan ekstensi favorit Anda membuat transisi yang lancar dan kurva belajar yang lebih mudah dikelola. 



DOWNLOAD VS CODE



2. Sublime Text

Sublime Text Editor

Sublime hanya menawarkan sekitar 4.500 paket dan tidak memiliki alat kontrol paket yang dimuat sebelumnya.

Atom dan Kode VS, keduanya open source, lebih mudah dikembangkan dan telah membangun ekosistem pengembang besar, dan diperbarui secara berkala. Sementara Visual Studio Code dan Atom memiliki ribuan kontributor dan tim pengelola besar, Sublime Text bergantung pada tim yang jauh lebih kecil.

Terkait dengan kinerja, Sublime Text dibanding VS Code, Atom, dan editor lainnya. Sublime Text terkenal karena ringan, cepat, dan responsif. Jika kinerja adalah prioritas utama Anda, Sublime Text memuat, mengelola, dan menavigasi proyek besar dengan sangat baik.


DOWNLOAD SUBLIME TEXT

3.  Atom


Atom Code Editor

Sublime hanya menawarkan sekitar 4.500 paket dan tidak memiliki alat kontrol paket yang dimuat sebelumnya. Atom adalah editor kode gratis, lintas platform dan open source yang dikembangkan oleh Github dan awalnya dirilis pada tahun 2015. Atom telah menarik banyak pengikut, yang digunakan oleh 18% responden dalam survei pengembang 2018 Stack Overflow, naik dari 12,5% di 2016

Atom, seperti Sublime, menawarkan pengalaman mengedit kode yang lebih akrab tanpa terminal terintegrasi dan debugger. Atom, terintegrasi erat dengan Git dan Github dan menyediakan kontrol sumber tanpa batas.

Atom menawarkan sekitar 8.000 paket, karena komunitas pengembangnya yang besar dan kemudahan paket yang dapat dibangun dan digunakan. Hackability dan usability adalah inti dari misi dan filosofi desain Atom.


DOWNLOAD ATOM


4. Vim


Vim Code Editor

Vim adalah editor kode open source, lintas platform, gratis, dirilis pertama kali pada tahun 1991. Meskipun berumur cukup tua, Vim digunakan oleh 25,8% responden dalam survei pengembang Stack Overflow 2018 dan 26,1% pada 2016.

Digunakan hampir seluruhnya melalui baris perintah, Vim sangat berbeda. ketergantungannya pada keyboard dan cara pintas, yang dapat menjadi alat yang ampuh bagi para ahli, membutuhkan kurva waktu belajar terpanjang.

Sama seperti Sublime Text, Vim dikenal dengan kinerja terbaiknya. Telah ada sejak awal 90-an, Vim telah mendapat perhatian dari komunitas pembangunan yang dibutuhkan untuk menjadi alat pembuatan aplikasi yang dapat diandalkan.

Vim sangat extensible dan menawarkan 17.000 plugin, tetapi dijumpai bebeapa kendala dalam menginstal, dan mengelola ekstensi menjadi lebihsulit. Pengguna bertanggung jawab untuk memilih manajer plugin atau secara manual mengatur setiap plugin, perbedaan nyata dari Visual Studio Code dan Atom.

Vim telah membangun komunitas yang luar biasa bersemangat dan ekosistem pengembang, tetapi kurva pembelajaran sering dianggap curam dan mentah. Jika Anda siap menghadapi tantangan, belajar Vim akan membutuhkan waktu dan kesabaran yang nyata.

DOWNLOAD VIM

5. Notepad ++

Notepad ++ Editor Code

Notepad ++ adalah editor open source gratis yang dibuat untuk Windows dan dirilis pertama kali pada tahun 2003. Notepad ++ menyaingi Visual Studio Code dalam popularitasnya, digunakan oleh 34,2% responden dalam survei pengembang Stack Overflow 2018, tidak jauh dari 35,6% pada 2016.

Notepad ++ menghapus banyak fitur VS Code yang lebih kompleks. Jauh lebih sederhana, tanpa terlalu banyak lonceng dan peluit, tetapi kurang memiliki keanggunan Atom atau Teks Sublim. Notepad ++ hanya mendukung hampir 600 plugin, jauh di tertinggal ribuan ekstensi yang ditawarkan oleh hampir semua editor kode populer lainnya.

Tampilan aplikasi yang simpel dan sederhana  Notepad ++ ringan dan cepat. Anda akan melihat keterbatasan fitur jauh sebelum masalah kinerja. Bagi pengguna baru, Notepad ++ adalah alat yang mudah dipelajari untuk kebutuhan pengeditan teks yang paling dasar, jika Anda ingin mengabaikan tampilan dan kesan kuno.

DOWNLOAD NOTEPAD ++



Nah sekarang tinggal anda memilih. mau yang ringan dan sederhana atau yang lebih komplek, juga disesuaikan dengan spesifikasi komputer anda. Kalau terlalu berat atau jalanya banyak time lag akhirnya membuat kinerja kita terganggu. Selamat memilih.

Jumat, 15 Februari 2019

06.54.00 No comments
Lingkungan hidup merupakan karunia Allah SWT untuk semua makhluknya yang ada di muka bumi. Kerusakan lingkungan hidup kebanyakan disebabkan oleh faktor tangan manusia. Akibatnya adalah penurunan kualitas lingkungan hidup hingga berkurangnya rasa nyaman, atau bahkan berakibat gangguan kesehatan manusia. Bukan saja manusia yang merasakan, akan tetapi hilangnya komponen biologis lingkungan.

Kualitas lingkungan ini harus dijaga kelestariannya, karena kan berdampak yang tidak baik jika meninggalkan lingkungan yang rusak bagi kelangsungan hidup manusia selanjutnya. Sehingga Pemerintah telah menetapkan diperlukan adanya ijin lingkungan bagi sebuah usaha yang akan berdampak bagi lingkungan. Salah satunya adalah pendirian pabrik beton ready mix (batching plant). Ijin lingkungan berupa UKL UPL.


Dampak Lingkungan Baching Plant saat operasi
Limbah Batcihng Plant saat Operasi

Pada  UKL UPK dituangkan prakiraan dampak, sumber dampak, besaran dampak dan upaya pengelolaan dampak tersebut. Perkiraan besaran dampak tersebut adalah sebagai berikut.

1.  Penurunan Kualitas Udara

Sumber dampak yang muncul adalah dalam kegiatan transportasi, yang dapat menimbulkan gas pencemar sehingga dapat mengganggu kualitas udara ambient di sekitar Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete

Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
  • Meningkatnya kandungan SO2, NO2 dan kadar debu dari aktivitas operasi transportasi Truk Mixer di lokasi kegiatan yang nantinya mengakibatkan pencemaran udara
  • Besaran dampak diprakirakan bersumber dari aktifitas truk Mixer mengakibatkan peningkatan partikel debu dan peningkatan polutan gas yang berasal dari asap kendaraan adalah SO2 = 43,26, NO2 = 32.72, TSP = 60.84.
  1. Perbaikan dan perawatan mesin-mesin yang digunakan. 
  2. Menenam tanam-tanaman pekarangan sebagai biofilter udara dan untuk ruang terbuka hijau agar dapat menambah kesegaran udara di lokasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete 
  3. Tidak melalukan pembakaran sampah di lokasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete


2.  Peningkatan Kebisingan

Sumber dampak yang muncul adalah dalam kegiatan transportasi dan genset

Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
  • Dari kegiatan transportasi dan genset Jenis dampak yang muncul adalah meningkatnya kebisingan di lokasi kegiatan
  • Besaran kebisingan yang terukur adalah 36 - 60  decibel (dB)
  1. Perbaikan dan perawatan mesin-mesinsecara berkala.
  2. Membuat tempat genset permanen dengan dinding yang kedap suara



    3.  Limbah Padat

    Sumber dampak berasal dari aktivitas karyawan berupa sampah plastik, kemasan, kertas pembungkus maupun sisa bekas  makanan minum pekerja.

    Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
    • Dari aktivitas karyawan, berupa sampah plastik, kemasan, kertas pembungkus maupun sisa bekas  makanan minum pekerja. Jenis dampak yang muncul adalah timbulan sampah, kerumunan lalat dan vektor penyakit.
    • Prakiraan limbah padat yang dihasilkan pada tahap operasional dilihat dari keseluruhan karyawan yang bekerja sebanyak  24 orang x 0,3 Kg = 72 kg/hari limbah padat yang dihasilkan oleh satu orang mengacu pada SNI 04-01993-03
    1. Penyediaan tong-tong sampah yang kuat, cukup ringan, tahan karat dan kedap air, mempunyai permukaan yang halus pada bagian dalamnya dan tertutup yang mudah dibuka dan ditutup.
    2. Dilakukan pemisahan sampah organik dan anorganik, dikosongkan dan dibersihkan 1 x 24 jam sesuai konsep 3R dan 4R.
    3. Sampah padat dibuang melalui kerjasama dengan Dinas Kebersihan Kabupaten

      4.  Limbah Cair

      Sumber dampak yang muncul adalah dalam kegiatan MCK, air hujan

      Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
      • Jenis dampak yang muncul adalah limbah cair.
      • Jenis dampak yang muncul adalah limbah cair.Besaran dampak limbah cair yang terukur adalah jumlah limbah cair/hari, besaran dampak dilihat dari limbah cair domestik dari aktifitas MCK dengan parameter BOD 30 mg/l, COD 50 mg/l, TSS 50 mg/l, pH 6-9.
      1. Khusus untuk limbah yang berasal dari WC dialirkan ke septik tank.
      2. Dibuat pemisahan saluran air limbah dan saluran air hujan.
      3. Untuk oli bekas dari mesin genset diberikan kepada pihak ketiga yang mempunyai izin dari Kementerian Lingkungan Hidup.
      4. Limbah cair yang berasal dari kamar mandi harus dikelola dalam Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dengan sistim STP.

          5.  Limbah B3

          Sumber dampak Limbah B3 berupa oli bekas berasal dari kegiatan genset, kendaraan dan tinta print dari aktvitas kantor.

          Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
          • Adanya ceceran, tumpahan oli bekas dan tinta print di permukaan lantai/tanah sehingga menurunkan kualitas tanah
          • Dampak dari ceceran oli bekas dan tumpahan tinta print ini  terjadi selama kegiatan genset, kendaraan maupun aktivitas perkantoran berlangsung. Pengelolaan oli bekas dan tintan print dilakukan secara terpadu dengan pihak Pemrakarsa yang sudah tertuang dalam SOP. Namun hal tersebut akan berpengaruh terhadap lingkungan jika tidak dilakukan pengelolaan dan monitoring sesuai prosedur yang berlaku sesuai dengan peraturan pengendalian limbah B3
          1. Mengumpulkan oli bekas ke dalam drum dan disimpan di dalam TPS Limbah B3 dan selanjutnya diserahkan kepada pihak ketiga yang mempunyai izin pengelolaan limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup.
          2. Menyediakan TPS Limbah B3 yang memadai untuk penyimpanan Limbah B3 sesuai dengan tata cara penyimpanan yang telah ditetapkan.
          3. Kemasan oli bekas berupa drum, pola penyimpanan, penumpukan harus mempertimbangkan kestabilan dan dipastikan tidak ada kebocoran.
          4. Membuat catatan/dokumentasi penyerahan limbah B3 yang baik, sehingga memudahkan pada saat diperlukan untuk pemeriksaan maupun pemantauan

                5.  Kesempatan Kerja dan Berusaha

                Sumber dampak terhadap komponen sosial adalah tata cara penerimaan tenaga kerja.

                Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
                • Jenis dampak yang timbul adalah terbukanya penerimaan tenaga kerja dengan berbagai macam spesifikasi pekerjaan
                • Besaran dampak dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja yang diterima selama kegiatan tahap operasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete  yaitu sebesar 24 orang
                1. Menginformasikan penerimaan karyawan serta kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
                2. Diprioritaskan masyarakat yang berada di sekitar lokasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete

                6. Sikap dan Persepsi Masyarakat

                Sumber dampak berasal dari sikap dan persepsi masyarakat tentang penerimaan tenaga kerja dan operasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete.

                Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
                • Tidak timbul keresahan hingga konflik sosial dari masyarakat kepada pihak pemrakarsa pada saat dilakukan penerimaan tenaga kerja
                • Persentase masyarakat yang setuju lebih banyak dari pada masyarakat yang tidak setujuBesaran dampak dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja yang diterima selama kegiatan tahap operasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete  yaitu sebesar 24 orang
                1. Dalam proses rekrutmen karyawan baru Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete  mengutamakan masyarakat sekitar lokasi kegiatan sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan.
                2. Menginformasikan penerimaan tenaga kerja serta kualifikasi tenaga yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan.
                3. Upah yang diberikan kepada tenaga keminimal standar UMR Kabupaten





                  7. Kesehatan Masyarakat

                  Kegiatan ini bersumber dari kegiatan operasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete  yang dapat menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh partikel debu dari kendaraan

                  Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
                  • Dampak yang timbul adalah mengakibatkan gangguan dan penularan penyakit oleh vektor baik secara mekanik maupun biologis
                  • Besaran dampak dapat dilihat dari karyawan yang terserang penyakit.
                  1. Membersihkan ceceran tanah di jalan umum.
                  2. Melakukan penyiraman secara periodik jika melewati jalan tanah desa.
                  3. Mewajibkan seluruh pekerja operasional untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja.
                  4. Memberikan sanksi pemberentian untuk pekerja operasional yang dalam bekerja dapat membahayakan dirinya atau diri orang lain


                      8. Keselamatan Kerja

                      Sumber dampak terhadap kesehatan dan keselamatan kerja adalah operasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete, sarana dan fasilitas yang kurang tertata dan terawat baik, ceceran/kebocoran minyak pelumas, kelalaian dan ketidak pedulian petugas dalam menjalankan kegiatan, ketidak pedulian karyawan untuk mematuhi larangan yang ditetapkan dilokasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete dan alat pemadam kebakaran dan P3K serta kurangnya perhatian terhadap sistem sanitasi, kebersihan dan pengelolaan limbah.

                      Jenis DampakBesaran DampakUpaya Pengelolaan Lingkungan
                      • Jenis dampak yang timbul adalah munculnya berbagai penyakit yang diderita pekerja dan/atau masyarakat sekitar, kecelakaan kerja, kebakaran akibat kegiatan operasi Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete
                      • Dampak terjadi selama kegiatan operasi berlangsung, besaran terukur berupa zero accident, tidak terjadi kebakaran, tingkat kesehatan pekerja yang baik dan tidak adanya keluhan dan komplain dari masyarakat sekitar kegiatan Pembuatan Ready Mix dan Prestressed Concrete
                      1. Menerapkan sistem manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
                      2. Memberikan sanksi untuk pekerja yang dalam bekerja dapat membahayakan dirinya atau diri orang lain
                      3. membuat pagar tembok pengaman disekitar lokasi kegiatan



                            Demikian pembahasan prakiranan dampak lingkungan yang akan timbul dan upaya pengelolaanya pada pabrik bton ready mix (batching plant) saat pelaksaan operasi. Semoga uraian singkat ini dpat bernanfaat.

                            Minggu, 20 Januari 2019

                            09.31.00 No comments

                            Pendahuluan


                            Pemrakarsa Proyek telah mengintegrasikan pelaksanaan rencana pengelolaan lingkungan hidup pada tahap konstruksi ke dalam dokumen kontrak pekerjaan pemborongan fisik konstruksi jalan tol kepada kontraktor PT. Adhi Karya (persero), karena itu kontraktor wajib melaksanakan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), sedangkan pelaksanaan Rencana Pemantauan Lingkungan dikerjakan oleh Konsultan Supervisi PT. Eskapindo Matra.


                            Aktifitas Dump Truck yang mengakibatkan pencemaran debu

                            Dokumen laporan pelaksanaan RKL dan RPL pembangunan jalan tol ruas Ngawi-Kertosono Paket 3 merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan dokumen laporan pelaksanaan RKL kegiatan pembangunan ruas jalan tol paket pekerjaan yang saat ini dikelola oleh investor BUJT (PT. SNJ dan PT. NKJ ), serta pembangunan ruas jalan tol yang dikelola langsung oleh Pemerintah (Ditjend Bina Marga) dibawah pengendalian satker APBN. 

                            Oleh sebab itu diperlukan upaya terintegrasi dalam suatu tim kordinasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan, agar dampak negatif dapat dikelola menjadi dampak positif secara berkelanjutan. Untuk memudahkan pengawasan dan evaluasi hasil pelaksanaan RKL dan RPL maka dibuat laporan pelaksanaan RKL – RPL sesuai keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomer 45 tahun 2005.


                            Metode Penulisan

                            Penulsain ini menggunakan studi pustaka dari hasil laporan RKL RPL yang dilaksanakan pada saat konstruksi Pembangunan Jalan Tol Ngawi Kertosono pada tahun 2016.

                            Metode Pengambilan Data

                            Pengukuran kualitas udara ambien, termasuk partikel debu total (Dust Suspended Particulate) mengacu kepada SNI 19-7119.9-2005.  Menggunakan alat-alat Graseby Dust Sampler, Gas Impinger, sebagaimana tampak pada gambar.

                            Langkah-Langkah Pengukuran dan analisa sebagai berikut :   

                            a. Graseby (Dust Sampler) untuk pengukuran debu total :
                            • Graseby (Dust Sampler) dipasangi filter dan pompa vakum dinyalakan selama 1-3 jam (cuaca kering), maksimal 7 jam (cuaca basah, malam hari) selama durasi 24 jam untuk mendapatkan 2 contoh, masing-masing mewakili siang dan malam hari.
                            • Setelah selesai, filter diangkat dan disimpan dalam kemasan plastik agar tidak lembab.
                            • Filter ditimbang di laboratorium untuk mengetahui berat debu yang tertangkap dan akan diketahui volume debu di lokasi sampling.

                            b. Gas Impinger untuk pengambilan contoh udara ambien :
                            • Menyiapkan sumber-sumber gas : Gas-gas SO2 (Sulfur Dioksida), CO (Karbon Monoksida), NO2 (Nitrogen Dioksida), HC (Hidrokarbon), dan Pb (Timbal).
                            • Gas Impinger dipasang selama 1 jam untuk menangkap gas ke dalam tabung reaksi yang telah diberi reagent pengikat gas.

                            c. Analisa Laboratorium
                            • Matrik Metode Analisis Laboratorium Kualitas Udara Ambien
                            NO.
                            Parameter
                            Metode pengukuran
                            Alat Analisis
                            Acuan/Pedoman ANALISIS
                            1
                            Sulfur Dioksida (SO2)
                            Parorosalinin
                            Spectrophotometer
                            SNI 19-7119.7-2005
                            2
                            Karbon Monoksida (CO)
                            NDIR
                            Infrared Absroption Unit Spectrophotometer
                            SNI 19-7117.10-2005
                            3
                            Nitrogen Dioksida (NO2)
                            Saltzman
                            Chemilunminescen Spectrophotometer
                            SNI 19-7119.2-2005
                            4
                            Hidrokarbon (HC)
                            Nessler
                            AAS
                            SNI 19-7119.13-2009
                            5
                            Debu (TSP)
                            Gravimetrik
                            Gravimetrik
                            SNI 19-7119.3-2005
                            6
                            Timbal (Pb)
                            Gravimetrik
                            Gravimetrik
                            SNI 19-7119.4-2005




                            Hasil dan Pembahasan 


                            Hasil pemeriksaan kualitas udara ambient yang dilaksanakan sebelum kontsruksi dan saat awal konstruksi tanggal 27 Oktober 2015 pada Pukul 09.45, di Purworejo STA 119+825  pada posisi Ordinat  S 07°31’14,6”  dan E 111°38’09,0” (KU-5-1) dan di Desa Klumutan STA 128+000 pada posisi ordinat S07°32’05,1”  dan E 111°42’24,4” (KU-5-2), dilaporkan sebagai berikut :


                            No.
                            Paramater
                            Satuan
                            Hasil Analisis
                            Baku Mutu

                            Fisik

                            KU 5-1
                            KU 5-2

                            1
                            Suhu Ambient
                            °C
                            37
                            39,5
                            -
                            2
                            Kelembaban
                            %
                            44
                            40
                            -
                            3
                            Tekanan Barometer
                            mmHg
                            759,3
                            756,8
                            -
                            4
                            Cuaca
                            -
                            Berawan
                            Berawan
                            -
                            5
                            Kecepatan Angin
                            Km/jam
                            3,1-6,3
                            9,9-13,9
                            -
                            6
                            Arah Angin
                            -
                            Selatan
                            Timut
                            -

                            Kimia




                            7
                            SO
                            µg/Nm³
                            0,510
                            0,710
                            632
                            8
                            NO
                            µg/Nm³
                            24,48
                            34,22
                            316
                            9
                            O
                            µg/Nm³
                            2,107
                            2,542
                            200
                            10
                            HS
                            Ppm
                            <0,003
                            <0,003
                            0,02
                            11
                            NH
                            Ppm
                            0,455
                            0,569
                            2,0
                            12
                            TSP (debu)
                            µg/Nm³
                            216,5
                            1337,2
                            230
                            13
                            Pb (timbal hitam)
                            µg/Nm³
                            0,018
                            <0,005
                            2
                            14
                            Kebisingan
                            dB A
                            60,87
                            65,52
                            60
                                     Sumber : Laporan Pengujian UPT Lab.Pusat MIPA UNS, 27-10-2015.



                            a. Analisis Perbedaan /Perubahan Cuaca (2)

                            Pengukuran parameter suhu, kelembaban, tekanan udara, cuaca, kecepatan angin dan arah angin, masing masing dilakukan sebanyak 2 kali pada 2 titik (6x2=12 titik) dengan waktu yang berbeda (pagi dan siang). Pengamatan pertama dilaksanakan pukul 09.45 dan pengamatan kedua dilakukan pukul 11.40 WIB. Pada setiap pengamatan parameter tersebut, kecuali parameter suhu ambient, kondisi di Desa Purworejo lebih tinggi dibanding dengan kondisi di Desa Klumutan. Namun kondisi suhu ambient di Klumutan lebih tinggi disbanding suhu ambient di Desa Purworejo. Maka tidak heran jika di Desa Klumutan terasa lebih panas disbanding di Desa Purworejo.

                            b. Analisis Unsur Pencemar SO₂, NO₂, O₃, H₂S, NH₃ dan CO ( 12)

                            Pengukuran unsur-unsur SO₂, NO₂, O₃, H₂S, NH₃ dan CO dilakukan masing-masing sebanyak 2 kali pada 2 titik berbeda (6x2=12 titik). Pada kedua lokasi tersebut yaitu di STA 119+825 Desa Purworejo dan STA 128+000 Desa Klumutan tampak bahwa kondisi udara masih dibawah baku mutu yang ditentukan. Artinya tidak ada gangguan cuaca sekitar lokasi proyek pada saat konstruksi. 

                            c. Analisis Pencemaran Debu (2)

                            Pengukuran debu dilaksanakan pada 2 titik. Dilaporkan bahwa kondisi debu di lokasi Desa Purworejo STA 128+000 sebesar 1337,2 µg/Nm³. Artinya terjadi  pencemaran, sebab nilainya lebih besar dari baku mutu yang ditetapkan yaitu 230 µg/Nm³. Sehingga dapat dikatakan bahwa di area STA 128+000  Desa Klumutan tercemar oleh debu. Sumber penyebab pencemaran adalah operasi truk dan alat berat yang lalu lalang di atas permukaan tanah kering berdebu. Pada ketinggian 104 dpl, debu yang berhamburan bergerak kearah timur karena ditiup angin.

                            Berbeda dengan kondisi di Desa Purworejo STA 119+825, pencemaran debu masih dibawah baku mutu yang ditentukan. Hal ini karena di lokasi tersebut tidak terdapat aktivitas konstruksi.

                            Kesimpulan


                            Parameter pencemar udara yang melebihi baku mutu adalah debu TSP. Sedangkan parameter lainnya masih dibawah baku mutu lingkungan. Pengendalian yang dilakukan adalah dengan menutup kendaraan dengan terpal dan melakukan penyiraman di jalan yang dilalui kendaraan berat.

                            Blog Archive

                            Blogger Bengkulu

                            Warung Blogger

                            Posts Terbaru

                            Popular Posts

                            Follow by Email

                            Silahkan diikuti