Minggu, 14 Oktober 2012

17.48.00 , No comments
Oleh Anton Sutrisno

Permasalahan yang dihadapi dalam pengendalian erosi lereng, terutama di daerah yang memiliki curah hujan yang panjang dan tinggi sulit untuk dituntaskandalam jangka panjang. Desain yang ada selama ini adalah dengan membangun kanal atau teras penahan material yang mengalir. Pada titik tertentu akan meluap atau mengalir ke sisi penahan yang rendah.Akibatnya adalah membuat aliran material baru seperti pada gambar 1(Hengchaovanich, 1988, Truong dan Loch, 2004).

Vetiver system
Vetiver system


Solusi alternatif, sebagaimana disebutkan adalah untuk menggunakan vegetasi, dalam hal ini akar wangi, untuk membantu memperkuat lapisan 1-1,5 m permukaan tanah yang rawan selip. Ketika akar akar wangi berinteraksi dengan tanah di mana ia tumbuh, bahan komposit baru yang terdiri dari akar dengan kuat tarik tinggi dan adhesi tertanam dalam matriks kekuatan tarik rendah terbentuk. Akar Vetiver memperkuat tanah dengan transfer tegangan geser dalam tanah matriks inklusi tarik. Dengan kata lain, kekuatan geser tanah ditingkatkan oleh kolom akar (Hengchaovanich,1988, Wijaya Kusuma, 2007).

Memperhatikan hal tersebut diatas, maka perlu didesain dengan baik teras sering dengan menggunakan vetiver, yang ditanam melintang dari kemiringan tanah.Sekitar 50 cm diatas jalur vetiver dibuat biopori yang diisi bahan organik yang berfungsi sebagai penyerap air. Kelebihan sistim vetiver ini adalah air akan tetap mengalir, akan tetapi matrial tanah yang diangkut akan tertahan oleh tanaman vetiver. Berbeda dengan teras siring yang dibangun dengan membuat tanggul, maka aliran air akan membelok dan membentuk saluran baru. Luapan air yang tertahan oleh tanaman vetiver sebagaian juga akan terserap di dalam tanah melalui biopori.

Penanaman vetiver sebagai penahan erosi dan kolom tanah dengan jarak 10 cm, pertumbuhannya yang cepat dalam waktu kurang dari 6 bulan akan rapat. Penanaman vetiver dengan cara stek, sebagaimana tanaman lain.Akan baik jika dibibitkan di polybag.

Sedangkan pembuatan biopori dengan jarak dari vetiver 50 – 100 cm dengan jarak antar lobang biopori 100 cm, kedalamam biopori 80 – 100 cm. Pada permukaan biopori dapat diberi paralon dengan panjang sekitar 10 cm.Kegunaannya untuk menghindari agar tanah permukaan sekitar lobang tidak tergerus menutupi lobang. Sampah yang dimasukkan adalah sampah segar dari sekitar lokasi, yang berfungsi untuk pengkomposan,mengundang biota tanah dalam proses dekomposisi sampah tersebut, dan membuat biopori di dalam tanah yang akan memperlebar area serapan air. Pada periode tertentu sampah ini dapat dipanen sebagai pupuk kompos.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Silahkan masukkan komentar anda

Blog Archive

Blogger Bengkulu

Warung Blogger

Posts Terbaru

Popular Posts

Follow by Email

Silahkan diikuti